Berita Terkini

[News][slideshow]

Artikel

Terompet Malaikat yang Menghasilkan Nafas Setan


Angel Trumpets (Brugmansia sp) adalah semak dramatis yang memiliki bunga gantung besar. Seringkali orang merancukannya dengan tanaman dari genus Datura karena bunga mereka yang berbentuk terompet yang sama. Sebagai anggota dari famili Solanaceae, semua bagian tanaman ini sangat beracun dan telah digunakan oleh budaya asli dalam upacara keagamaan. 

Salah satu legenda mengatakan tanaman memiliki aroma begitu kuat sehingga dapat menginduksi tidur pada mereka yang menghirup aromanya, dan bahwa mereka yang tidur di bawah pohon ini akan memiliki mimpi yang aneh dan erotis. Nama lain untuk spesies Brugmansia termasuk yerba de Huaca (Tumbuhan Makam), campanilla, maicoa, tonga, toa, buyes, floripondio, chamico, huanco dan huacacachu dan Borrachero.

Pohon borrachero, membawa rahasia yang diketahui beberapa orang di bagian utara Amerika Selatan. Bibit pohon, bunga, dan serbuk sari memiliki zat halusinogen yang, ketika dihirup atau dikonsumsi, mampu menghilangkan kehendak bebas seseorang, dan mengubahnya menjadi ‘zombie’ yang dapat sepenuhnya dikendalikan tanpa pernah menolak.

Dari bijih tanaman borrachero atau terompet malaikat yang banyak tumbuh di Kolombia ini, beberapa orang di sana membuat obat yang bernama scopolamine, atau juga dikenal dengan nama “Devil’s Breath” (nafas setan) atau “Burundanga”. Dari namanya memang terlihat sebuah ironi, dimana nafas setan berasal dari terompet malaikat.


Dalam sebuah film dokumenter dari Vice, Obat Scopolamine disebutnya “obat yang paling menakutkan di dunia.”

Itu karena skopolamin memberikan senjata ampuh untuk para penjahat Kolombia. Obat tersebut menempatkan orang ke dalam keadaan seperti zombie di mana mereka kehilangan memori mereka dan kehendak bebas dan dapat diperintah untuk mengosongkan rekening bank mereka atau menyerahkan kunci apartemen dan mobil mereka.

“Mereka pergi ke pesta dan kemudian bangun dua atau tiga hari kemudian di bangku taman,” kata Maria Fernanda Villota, seorang perawat di San Jose University Hospital di Bogota, yang menerima beberapa korban skopolamin setiap minggu. “Mereka tiba di sini tanpa barang-barang mereka atau uang mereka.”

Hambar dan tidak berbau, obat ini sering dicampurkan ke minuman di bar atau bubuknya dapat ditiupkan ke muka korban. Tahun lalu, polisi Kolombia melaporkan hampir 1.200 kasus kriminal yang terkait dengan penggunaan skopolamin atau obat zombie ini. Para korban berkisar dari politisi, orang-orang kaya, karyawan Kedutaan Besar AS hingga orang Kolombia biasa.

Obat tersebut memiliki beberapa kegunaan medis yang legitimate, misalnya untuk pengobatan mabuk perjalanan dan untuk tremor penyakit Parkinson. Tapi obat itu lebih terkenal karena sifat-sifatnya yang menyeramkan.

Skopolamin mem-blok neurotransmitter yang membawa informasi ke bagian otak yang menyimpan memori jangka pendek, kata Dr Camilo Uribe, yang mengepalai unit toksikologi di San Jose University Hospital dan seorang ahli obat terkemuka. Dengan kata lain, apa yang terjadi pada orang di bawah pengaruh skopolamin sama sekali tidak tercatat oleh otak. Pada saat yang sama, obat membuat orang lebih terbuka untuk saran atau perintah.

Menurut British Journal of Clinical Pharmacology, obat – juga dikenal sebagai hyosin – menyebabkan kehilangan memori pada tingkat yang sama dengan diazepam.


Pada zaman kuno, obat itu diberikan kepada gundik pemimpin Kolombia yang mati – mereka lalu di perintahkan untuk masuk kuburan tuan mereka, di mana mereka dikubur hidup-hidup.

Dikatakan, ibu-ibu Kolombia memperingatkan anak-anak mereka untuk tidak jatuh tertidur di bawah pohon borrachero, meskipun kanopi dari daun hijau dan bunga-bunga kuning dan putih besar tampak menarik.

“Malaikat Maut” nya Nazi, Josef Mengele menggunakan skopolamin dalam interogasi sebagai semacam serum kebenaran. CIA menggunakannya saat melakukan percobaan yang kontroversial dalam hal rekayasa perilaku pada tahun 1960, seperti yang ditulis dalam buku John D. Marks: “The Search for the Manchurian Candidate

Sejak tahun 1970-an, penjahat Kolombia telah menggunakan skopolamin untuk memperkosa perempuan, mengosongkan rumah dan apartemen, dan bahkan menculik anak-anak.

Tahun lalu, penculik menggunakan obat pada orang tua dari seorang gadis 7 tahun di Antioquia utara kemudian mengambil anak mereka. Dia diselamatkan dua bulan kemudian. Tetapi karena korban hampir tidak dapat mengingat apapun tentang peristiwa penculikan tersebut, maka tidak mungkin bagi mereka melaporkan deskripsi para pelaku kepada polisi.

Diyakini masih banyak kejahatan yang menggunakan scopolamine yang tidak dilaporkan karena korban terlalu malu untuk melaporkan apa yang terjadi pada dirinya, seperti seorang suami dari keluarga terhormat yang diam-diam mengunjungi bar dan bordil dan kemudian menjadi korban.
“Perempuan sering kali menjadi penyebab,” kata Augusto Perez dari Nuevos Rumbos, sebuah organisasi Bogota yang berfokus pada penyalahgunaan narkoba.

Satu kasus terkenal melibatkan tiga perempuan muda Bogota yang mengolesi obat pada pay*dara mereka dan memikat korban-korban mereka untuk menjilatnya. Saat korban kehilangan semua kemauan, mereka mudah menyerahkan kode akses bank mereka. Para wanita penggoda ini kemudian menyandera korbannya selama beberapa hari sambil menguras rekening korbannya,” lapor Reuters.
Korban bahkan bisa diperintah untuk melakukan kejahatan saat dibawah pengaruh obat.

“Saya bisa memberikan pistol dan memberitahu Anda untuk pergi membunuh seseorang dan Anda akan melakukannya,” kata Uribe.

Sebuah kelemahan dari skopolamin, dari sudut pandang jahat, adalah bahwa korban kadang-kadang bisa menjadi teragitasi dan agresif dan balik menyerang pelakunya.

“Kami memiliki kasus di ruang gawat darurat di mana kami harus mengobati korban yang mabuk dengan obat itu dan pelaku yang ia dipukuli,” kata Uribe.


Tidak ada komentar: