Berita Terkini

[News][slideshow]

Artikel

Putin Akui Panama Papers Akurat


Presiden Rusia, Vladimir Putin mengakui keakuratan Panama Papers, dokumen yang mengungkapkan investasi tersembunyi para pemimpin negara dan pesohor dunia yang bocor ke publik sejak beberapa pekan lalu. Namun, Putin menyalahkan Amerika Serikat atas kebocoran dokumen ini.

Nama Putin muncul dalam Panama Papers yang dipublikasikan oleh International Consortium of Investigative Journalists, ICIJ, dua pekan lalu. The Guardian menuliskan, Putin melakukan pencucian uang melalui berbagai bank dan perusahaan cangkang di sejumlah negara kecil dengan kerahasiaan finansial yang tinggi.

Putin disebut memberikan dana bank sentral Rusia kepada sahabatnya, Sergei Roldugin, untuk disembunyikan di luar negeri. Dana ini juga diolah oleh Yuri Kovalchuk, direktur Bank Rossiya, ke Mossack Fonseca untuk kemudian dipinjamkan ke Bank Cyprus.

Bank ini kemudian memberikan uang untuk diinvestasikan ke beberapa perusahaan Rusia, yang kembali kepada Putin. Salah satunya ke sebuah penginapan ski tempat putri Putin, Katerina, menikah tahun 2013.

Dalam laporannya, ICIJ menuliskan Putin "secara diam-diam menyelundupkan US$2 miliar melalui bank dan perusahaan bayangan."

Dalam wawancara tahunan dengan rakyat Rusia, dalam program yang disebut phone-in, seorang penelepon pria bertanya kepada sang presiden mengapa dia tak bereaksi terhadap "fitnah di media Barat" dan "informasi yang tidak dapat diandalkan soal perusahaan offshores."

Dalam program yang disiarkan di televisi nasional pada Kamis (14/4), setelah mendengar pertanyaan itu Putin terlihat menghela nafas kemudian menyatakan, "meskipun aneh, tapi mereka tidak mempublikasikan informasi yang tidak benar. Informasi itu akurat."

"Saya mendapatkan kesan [laporan itu] diungkap bahkan bukan oleh wartawan, tetapi kemungkinan besar oleh para pengacara," ujar Putin.

"Mereka tidak secara khusus menuduh siapa pun soal apa pun," katanya melanjutkan.

Menurut Putin, kebocoran itu "hanya berfungsi untuk memperkeruh suasana" dengan memicu kemungkinan soal dugaan bahwa "dana [dari perusahaan] offshore ini mengalir ke sejumlah pejabat, termasuk presiden."

Putin menilai mereka yang tengah menyelidiki Panama Papers "salah sasaran."

Dia menuduh bahwa "staf lembaga resmi AS" berperan terhadap bocornya dokumen, yang menurutnya sebuah "tindakan provokatif" menjelang pemilihan parlemen Rusia pada September mendatang.

"Kita seharusnya tidak menghiraukan apa pun yang mereka lakukan. Mereka akan terus melakukannya, dan semakin dekat dengan pemilu, semakin buruk kampanye yang mereka lakukan," kata Putin.

Dalam kesempatan itu, Putin tak luput memberika retorika patriotik khas Rusia dengan menyatakan bahwa Rusia "tidak dapat dimanipulasi" dan harus "dibicarakan dengan rasa hormat."

CNN

Tidak ada komentar: