Berita Terkini

[News][slideshow]

Artikel

Pendapat Pakar Teknologi Pikiran Mengenai I-Doser



Berikut saya bagikan pendapat pakar teknologi pikiran, guru kami, DR. Adi W.Gunawan ,CCH mengenai aplikasi tersebut.


Saya dapat informasi dari beberapa rekan mengenai program audio (musik) yang bisa 
diunduh gratis dari internet. Musik ini bila didengarkan, katanya, bisa akibatkan banyak efek negatif:


"Sekarang ada tipe baru digital narcotic yang sangat mudah di akses dari smart 
phone.Kita sebagai parents perlu aware ya mom...Kita doakan supaya anak-anak kita terhindar dari pengaruh buruk.
Jadi awalnya aplikasi bisa di download free. Lalu kita pilih dosis nya. Lalu denger paka
i earphone. Durasi sekitar 10-15 menit. Gelombang ini mempengaruhi gelombang di otak. Saat dia on.. durasi putus. Karena otak sudah dikacaukan, dan akan ada efek ketergantungan. Kita bisa beli dosis baru lagi, tidak mahal paling sekitar $10. Tapi yang parah sel otaknya sudah dirusak dan menjadi addict."
Berikut sedikit penjelasan yang bisa saya berikan terkait teknologi binaural yang digunakan di 
banyak musik brain entrainment. Jawaban ini saya posting di forum kami AWGI:

Selamat sore teman-teman. Maaf baru bisa beri komentar perihal program audio yang dikatakan 
bisa membuat kecanduan seperti narkoba. Saya jujur belum pernah tahu atau dengar tentang hal ini sampai dapat postingan di FB.Saya lihat ada tulisan Binaural Brainwave Doses pada program audio itu. Berarti, musik ini gunakan teknologi binaural untuk bimbing gelombang otak pendengarnya turun hingga ke level tertentu.
Binaural maksudnya musik ini gunakan dua frekuensi berbeda yang didengar oleh telinga kiri dan
 kanan untuk hasilkan gelombang tertentu yang diinginkan.

Misal, telinga kiri diberi frekuensi 4500 Hz. Telinga kanan, 4504 Hz. Selisih dua frekuensi ini 
adalah 4 Hz, dalam kisaran gelombang theta ( 4 - 12 Hz). Teknologi ini digunakan karena telinga manusia hanya bisa dengar suara dengan rentang frekuensi 20 Hz - 20.000 Hz. Dengan demikian, semua frekuensi di bawah 20 Hz pasti tidak bisa terdengar. Itu sebabnya, digunakan binaural.
Selisih frekuensi ini "dihitung" oleh olivary nucleus di otak kiri dan kanan. Setelah didapat
 frekuensinya, misal 4 Hz, maka gelombang otak akan turun ke frekuensi ini. Dengan demikian kita pasti masuk ke kondisi theta.
Saya belum pernah dengar I-Doser jadi tidak bisa beri komentar. Yang bisa saya ceritakan, dulu,
 sebelum kenal hipnoterapi, saya bermain intens dan eksperimen dengan frekuensi sangat rendah, dengan musik binaural. Saya mulai dari 4 Hz, lalu turun ke 3 Hz, 1 Hz, sampai 0,2 Hz.

Apakah ada efek dari frekuensi ini?

Tentu ada. Saat gelombang otak turun sangat rendah, ini punya pengaruh besar pada kondisi fisik 
dan mental/emosi. Ada yang bisa menjadi pemarah, badan terasa "pedas", seperti gelas yang terlalu penuh dan mau tumpah, ada yang abreaksi hebat, menangis tanpa tahu apa penyebabnya, menjadi moody, dan ada juga yang menjadi sangat-sangat rileks.
Solusi untuk kondisi kurang nyaman ini adalah pertama, berhenti total mendengar musik ini, banyak
 minum air putih, dan tidur yang cukup. Setelah bangun tidur kondisi fisik dan mental biasanya sudah lebih stabil.

Mengapa ini bisa terjadi?

Sama seperti bila kita induksi klien masuk ke kedalaman trance tertentu. Klien yang punya banyak
 "sampah emosi" di PBS-nya akan alami abreaksi spontan. Bila tidak ditangani dengan benar, tentu bisa akibatkan ketidakstabilan pada sistem psikisnya.
Frekuensi binaural hanya membawa seseorang turun ke frekuensi otak tertentu. Ini sama dengan 
kondisi trance. Yang (sangat) berbahaya adalah bila dalam musik ini disusupi subliminal message (SM) yang sebenarnya adalah sugesti. Sugestinya bisa apa saja. Bila yang dengar musik binaural adalah yang sangat sugestif, apalagi anak-anak, dan diberi SM tertentu, besar kemungkinannya PBS pasti akan laksanakan sugesti ini.
Subliminal message adalah sugesti yang tidak dapat didengar oleh telinga, secara sadar, namun 
tetap dapat didengar dan dimengerti pikiran bawah sadar.
Saran saya, hati-hati bila unduh musik gratis dari internet, terutama bila kredibilitas dan reputasi
 lembaga, individu, atau perusahaan yang hasilkan musik ini tidak jelas.
Demikian penjelasan saya. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar: