Berita Terkini

[News][slideshow]

Artikel

Senyawa Antibiotik baru Ditemukan Dari Lautan

http://asalasah.blogspot.com/2013/08/snyawa-antibiotik-baru-ditemukan-dari.html
Sebuah senyawa antibiotik yang baru dan tidak biasa yang diambil dari sebuah mikroorganisme laut ditemukan di endapan pesisir California.

Penemuan antibiotik yang asli sangat jarang, dan para ahli mengatakan resistensi terhadap obat-obatan tersebut merupakan ancaman kesehatan manusia.

Para ahli sains AS mengatakan senyawa baru, disebut anthracimycin, tampaknya dapat efektif membunuh bakteri MRSA dan anthrax.

Rincian mengenai temuan antibiotik tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Angewandte Chemie, Jerman.

Struktur kimia yang unik dari senyawa tersebut dapat menjadi golongan obat antibiotik yang baru.
Thomas Frieden, Direktur Pusat Pengawasan dan Perlindungan Penyebaran Penyakit AS, baru-baru ini memperingatkan 'mimpi buruk' resistensi bakteri terhadap antibiotik. Sementara pejabat kesehatan AS Sally Davies, menggambarkan kondisi tersebut sebagai 'bom waktu' yang dapat mengancam keamanan nasional.

Potensi lautan

Struktur dari anthracimycin, seperti dijelaskan oleh Kyoung Hwa Jang dan karyawan dari Scripps dalam tulisan mereka, tak sama dengan antibiotik alami yang ada sebelumnya.

Senyawa yang berasal dari Steptomyces bacteria yang diambil oleh Christopher Kauffman di endapan samudera Pasifik.

Pemimpin tim penelitian, William Fenical, menyampaikan komentarnya: "Yang penting dari pekerjaan ini adalah anthracimycin memiliki stuktur kimia yang baru dan unik. Penemuan senjawa kimia ini sangat jarang. Penemuan ini menambah temuan sebelumnya yang menunjukan bahwa bakteri lautan memiliki kandungan genetik dan secara kimia unik."

Uji terhadap senyawa antibiotik telah menunjukkan efektivitasnya dalam menyerang anthrax.
Dan juga menunjukkan aktivitas yang signifikan dalam melawan Staphylococcusaureus, MRSA .
Penemuan ini menunjukkan potensi sumber material dan senyawa baru ditawarkan oleh lautan, sangat banyak.




Sumber: http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/08/130801_antibiotik.shtml

Tidak ada komentar: