Berita Terkini

[News][slideshow]

Artikel

Si Poltak Minta Polisi Cari Cara Tangkap Habib Rizieq


Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul minta aparat kepolisian untuk segera mencari cara menangkap Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Hal ini disampaikan Ruhut menyusul pernyataan Rizieq yang menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan kata "pecundang".

"Pernyataan-pernyataan dari Rizieq provokatif itu. Kepolisian dan kejaksaan perlu mencari celah bagaimana untuk bisa ditangkap. Tangkap saja pak polisi segera karena ini kan Presiden yang dihina dan tindakan FPI ini sudah berkali-kali," ujar Si Poltak.

Ruhut mengatakan FPI menjadi besar kepala karena sudah berkali-kali dianggap membuat ulah, tetapi tidak pernah mendapatkan sanksi apa pun. Ia meminta agar ormas ini segera dibubarkan.

"FPI jangan besar kepala, dulu partai politik saja bisa dibubarkan, apalagi ormas? Tidak ada yang kebal di negeri ini," ujar Ruhut berapi-api.

Ruhut menilai Rizieq sengaja menyampaikan pernyataan kontroversial yang menyerang Presiden. "Dia sengaja buat pernyataan seperti ini supaya diperhatikan supaya posisinya selevel dengan Presiden. Siapa sih memangnya FPI itu?" ucap Ruhut.

Sebelumnya, SBY dalam pernyataannya, Minggu (21/7/2013), menyoroti Front Pembela Islam (FPI) menghentikan tindakan kekerasan dan main hakim sendiri. Pernyataan Presiden ini langsung di tanggapi keras oleh Habib Rizieq Shihab.

"Di Kendal, FPI tidak melakukan sweeping, tapi monitoring damai tanpa senjata apa pun. Justru, FPI yang di-sweeping oleh ratusan preman pelacuran bersenjata. Kendaraan FPI yang dirusak dan dibakar preman," kata Rizieq.

Menurutnya, dalam peristiwa di Kendal, FPI tidak main hakim sendiri. Ia mengatakan, FPI mendatangi Polres dan meminta tempat pelacuran ditutup di Bulan Ramadhan. Namun, FPI justru dihakimi oleh ratusan preman pelacuran dengan berbagai macam senjata hingga banyak yang terluka.

Rizieq menilai, pernyataan Presiden karena tak cermat dalam mengikuti pemberitaan. "Kasihan, ternyata SBY bukan seorang negarawan yang cermat dan teliti dalam menyoroti berita, tapi hanya seorang pecundang yang suka sebar fitnah dan bungkam terhadap maksiat," tandas Rizieq. [*/trbn]


Tidak ada komentar: