Berita Terkini

[News][slideshow]

Artikel

Pejuang Suriah Gempur Hisbullah Habis-habisan

Tentara pejuang Suriah

Ribuan pejuang Suriah dilaporkan mulai berdatangan ke wilayah Qusayr yang dikepung pasukan loyalis Bashar al-Assad dibantu oleh Hizbullah. Mereka akan membantu pejuang di Qusayr untuk mengamankan wilayah itu dari tangan rezim Assad.

Diberitakan Al-Jazeera, Jumat 31 Mei 2013, Ketua Koalisi Nasional Suriah George Sabra mengatakan bahwa lebih dari 1.000 pejuang Tentara Pembebasan Suriah dari seantero negeri berdatangan ke Qusayr. Dia mengatakan, para pejuang ini akan mengusir tentara Syiah Hizbullah.

"Lebih dari 1.000 pejuang dari seluruh Suriah sekarang bergabung dengan pasukan perlawanan di Qusayr untuk mengusir teroris penjajah asing, yang menyusup ke negara kali dari Lebanon dan wilayah lainnya," kata Sabra.

Menurut laporan dari dalam Qusayr, pasukan bantuan ini telah berhasil mengalahkan tentara Assad di desa Shamsein untuk menerobos masuk ke wilayah perbatasan dengan Lebanon itu. Sementara itu, pasukan Assad terus menembaki rombongan, termasuk konvoi yang mengevakuasi korban luka.

Pejuang Suriah mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 1.000 warga sipil yang terluka di Qusayr. Pejuang Qusayr Hadi Abdullah mengatakan bahwa rumah sakit di kota tersebut hancur, terpaksa rumah-rumah dijadikan klinik darurat.

Tercatatat, sudah lebih dari 90.000 orang tewas dalam konflik Suriah yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun.

Penyerbuan ke Qusayr oleh pasukan Assad dan Hizbullah dimulai pada 19 Mei lalu. Pasukan Syiah Hizbullah menyerang dari darat, sementara Assad memerintahkan jet tempur menghancurkan dari udara.

Keterlibatan Hizbullah dalam konflik di Suriah cukup mengejutkan. Pasalnya pada 2012 lalu, Sekretaris Jenderal Hizbullan Hassan Nasrallah membantah adanya konflik dan mengatakan bahwa ini semua konspirasi untuk menguasai Suriah.

Awalnya, Nasrallah juga membantah tentara mereka ikut campur dalam konflik Suriah. Dia mengatakan, itu bukan Hizbullah melainkan militan Lebanon yang membantu Assad. Namun, dia akhirnya bicara terus terang pekan lalu saat mengakui bahwa mereka mendukung rezim Suriah.

(*/aljazeera/viva)


Tidak ada komentar: