Berita Terkini

[News][slideshow]

Artikel

Juru Bicara FPI Menyiram Teh Ke Muka Prof. Thamrin

 



 http://www.komhukum.com/apt-artikel/61Munarman.jpg


Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman melakukan tindakan tidak terpuji dengan melakukan aksi siram air kepada Guru Besar Sosiologi Univeristas Indonesia (UI) Thamrin Amal Tomagola dalam acara dialog di sebuah acara televisi swasta TVOne, Jumat (28/6/2013) pagi. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Pol Boy Rafli Amar yang juga menjadi pembicara dalam acara tersebut berharap peristiwa tersebut tidak berbuntut panjang. "Saya berharap itu hanya diskomunikasi saja, untuk beliau-beliau yang saya hormati semoga bisa diselesaikan dengan proses perdamaian," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Boy yakin kedua tokoh tersebut bisa menyelesaikan peristiwa tindakan tidak menyenangkan tersebut dengan baik tanpa harus ke jalur hukum. Boy menyarankan supaya keduanya bisa saling memaafkan. "Kami yakin sebagai sesama bangsa ini harus saling hormat menghormati, hidup rukun, dan saling maaf memaafkan. Maaf memafkan itu perbuatan mulia ya, mudah-mudahan bisa saling memaafkan," katanya. Tetapi bila Thamrin merasa ingin menyelesaikan tindakan Munarman di jalur hukum dengan melapor ke pihak kepolisian, terang Boy bahwa hal tersebut merupakan hak hukum yang dimiliki seorang masyarakat. "Semua hak hukum masyarakat itu harus kita terima. Hak setiap masyarakat dijamin undang-undang, bila merasa dirugikan, bisa menyampaikan kepada aparat terkait bila ada hal-hal yang berkaitan dengan hukum," ungkapnya. Pagi ini, Guru Besar Sosiologi Univeristas Indonesia (UI) mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat menjadi narasumber di salah satu stasiun televisi swasta, TVOne. Prof Tamrin menjadi narasumber bersama juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman SH, dan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Boy Rafli Amar. Acara dialog pagi ini khusus membicarakan mengenai sikap Polri yang melarang ormas untuk melakukan sweeping selama bulan Ramadan. Munarman, menurut Prof Thamrin, menganggap dirinya telah melakukan analisa yang ngawur. Perdebatan kemudian terjadi. Prof Tamrin memaparkan, Munarman mempertanyakan apa hubungannya penghargaan yang diterima Presiden SBY, yang kemudian ia jawab itu dapat dikaitkan dengan kehadiran negara dalam melindungi warganya. Prof Tamrin mengungkapkan, dalam acara itu analisanya selalu dianggap menyudutkan. Namun, Prof Thamrin membantah, dan menjelaskan dalam dialog tersebut dirinya sama sekali tidak menyebut ormas manapun. Kejadian tidak mengenakkan kemudian terjadi, Munarman menyiram air ke Profesor Tamrin. "Dia siram air yang baru dia minum ke saya. Saya diam dan tak mau melakukan balasan apapun. Tapi, saya tetap memberikan argumen saja," ujar Thamrin kepada Tribunnews.com. Dialog itu pun akhirnya dihentikan. Prof Thamrin memastikan kembali, bahwa ia tidak akan melakukan laporan ke Polri atas kejadian ini. Ia hanya meminta kepada Polri untuk bertindak atas kejadian itu.

Tidak ada komentar: