Berita Terkini

[News][slideshow]

Artikel

Gara-gara BBM, SBY jadi Bahan Cemoohan di Twitter

@SBYudhoyono Di-Bully di Twitter, Fahri PKS: Biar Tebal Telinga

Wasekjen PKS Fahri Hamzah menilai wajar apabila akun twitter @SBYudhoyono jadi bahan cemoohan (bully) di dunia maya. Menurutnya, di sosial media, cemoohan memang sudah menjadi hal biasa.

"Memang risiko orang bersosial media. Begitu saya juga di-bully biasa aja. Saya kalau baca bully-bully itu ketawa," kata Fahri di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Sehingga, menurutnya sangat wajar bully itu menimpa akun siapa saja di dunia maya, meskipun akun tersebut adalah milik Presiden SBY.

"Ya kan biasanya pake anonim. Saya nggak anonim. Saya biarin. Biar saja itu melatih jiwa dan kuping kita supaya tebal. Gak usah kecewa sama yang begitu-begitu. Masih banyak yang harus kita hadapi dalam hidup ini," ungkap Fahri.

Pemerintah akan menaikan BBM. Tapi rupanya ada kekhawatiran mengenai akibatnya. Galaunya Presiden SBY menaikkan BBM dikicaukannya melalui akun twitter pribadinya. Tak ayal, kegalauan Presiden itu mendapatkan cemoohan dari para penghuni twitland.

Melalui akun Twitter pribadinya, Presiden SBY mulai rajin melontarkan kicauan terkait sejumlah pemikiran dan keputusannya tentang banyak hal. Termasuk soal isu kenaikan harga BBM bersubsidi yang kini ramai dibicarakan masyarakat.

Dalam akun twitternya @SBYudhoyono, Presiden melontarkan tiga kicauan, yaitu:

1. Keputusan terkait BBM adalah keputusan yg paling berat krn saya tahu persis akibat yg harus ditanggung oleh masyarakat. *SBY*

2. Pilihan yg diambil adalah pilihan dgn konsekuensi beban minimal bagi masyarakat, itulah mengapa keputusan ini memerlukan waktu. *SBY*

3. Apapun pilihan yang diambil harus menjadikan ekonomi kita lebih kuat dan tidak membebani pemerintahan berikutnya. *SBY*

Sekadar informasi, saat ini pemerintah memang tengah mencari cara untuk menurunkan subsidi BBM dalam APBN 2013. Opsi yang sedang didalami yaitu menaikkan harga BBM subsidi jenis premium dan solar sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 6.500 per liter untuk mobil pribadi. Sedangkan harga untuk sepeda motor dan angkutan umum tetap dipatok Rp 4.500 per liter.

Pemerintah menargetkan kebijakan ini bakal menghemat dana subsidi BBM hingga Rp 21 triliun. Keputusan soal kebijakan yang diambil bakal diumumkan langsung oleh Presiden SBY.

(liputan6.com)


Tidak ada komentar: