Berita Terkini

[News][slideshow]

Artikel

Ekstrimis Yahudi Serang Masjid Al-Aqsa


Kelompok ekstrimis Yahudi di Israel mendorong kelompok esktrimis lainnya untuk berkumpul di sekita Masjid Al-Aqsa hari ini. Mereka mengajak seluruh warga Yahudi untuk menyerang masjid tersebut.

Ratusan pemukim Zionis mendesak agar warga Yahudi untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa melalui seluruh gerbang-gerbangnya. Namun anjuran penyerangan ini mendapatkan tentangan dari warga Palestina.

Guna mengkonfrontir serangan tersebut, warga Palestina pun menyerukan perlindungan di sekitar Masjid Al-Aqsa. Mereka bermaksud membuat blokade mencegah penyerangan.

Menahan Diri

AS mendesak Israel dan Palestina menahan diri tepat setelah munculnya insiden penyerangan di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. AS juga berkomentar mengenai penahanan Mufti Besar Yerusalem.

"Kami khawatir dengan ketegangan yang terjadi di Haram al-Sharif, termasuk di antaranya adalah penahanan Mufti Besar hari ini," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Patrick Ventrell, seperti dikutip AFP, Kamis (9/5/2013).

"Kami mengerti bahwa dia sudah dibebaskan, namun kami tetap mendesak seluruh pihak agar menghormati status quo terhadap tempat suci ini, serta menahan diri untuk tidak melakukan tindakan yang provokatif," imbuhnya.

Mufti Mohammed Hussein ditahan Polisi Israel karena dituduh menghasut kerusuhan di Masjid Al-Aqsa tepat pada saat Israel merayakan Hari Yerusalem. Musti Hussein digiring oleh detektif Israel dari kediamannya ke kantor polisi.

OKI: Israel Bertanggung Jawab

Sekretaris Jendral Organisasi Kerja Sama Islam (Sekjen OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu mengecam keras penyerangan di Masjid Al-Aqsa, yang dilakukan oleh para pemukim Yahudi, kemarin. Seperti diketahui, serangan itu merupakan hasutan dari ratusan warga Yahudi pendukung gerakan Zionis.

"Serangan ini muncul sebagai kerangka kebijakan sistematis yang diusung Israel selaku penjajah. Israel bertanggung jawab penuh atas konsekuensi yang muncul akibat serangan itu," ujar Ihsanoglu.

"Ini merupakan pelanggaran yang sangat jelas terhadap Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan konvensi internasional. Komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB dan UNESCO harus mengambil tindakan untuk mengakhiri pelanggaran hukum yang selalu terulang ini," tegasnya.


Setelah mendengar hasutan warga Yahudi atas serangan itu, Warga Palestina langsung menyerukan perlindungan di sekitar Masjid Al-Aqsa dengan membuat blokade. Mereka sangat khawatir karena tempat ibadah itu akan diserang dari seluruh gerbang.

"Esktrimis Yahudi ini bermaksud untuk melakukan skenario serupa di Masjid Ibrahim al Khalil. Kami mendesak seluruh warga Palestina untuk menentang tindakan provokatif tersebut dengan blokade di sekeliling Al-Aqsa," ujar Kepala Komiter Batalyon Palestina Khaled al-Hasani.

Bersamaan dengan itu, kelompok Hamas di Jalur Gaza juga memberi peringatan ke Israel terkait serangan ke Masjid Al-Aqsa. Hamas mendesak seluruh negara Arab dan Muslim di dunia ini untuk bertindak melindungi masjid suci itu dari serangan.

Menurut laporan dari media asal Kuwait, puluhan pemukim Yahudi yang menyerang Masjid Al-Aqsa didampingi oleh anggota Knesset (Parlemen Israel). Mereka membawa foto dan cetak biru yang diberinama "Bangunan Solomon." Para pemukim berniat membangun bangunan itu di dalam puing-puing Masjid Al-Aqsa.


Tidak ada komentar: