Berita Terkini

[News][slideshow]

Artikel

Dua Bom Mobil Meledak di Turki, 40 Orang Tewas

bom turki suriah (© EPA/LALE KOKLU/ANADOLU AGENCY TURKEY OUT EDITORIAL USE ONLY)

Dua bom mobil meledak di dekat perbatasan Turki dan Suriah pada Sabtu sore waktu setempat, 11 Mei 2013. Sedikitnya 40 orang tewas, 100 orang luka dan 29 kritis.

Ledakan pertama terjadi di kota Reyhanli, yang terletak di Provinsi Hatay Selatan. Kemudian disusul ledakan kedua di dekat gedung administrasi lokal di Turki.

Kejadian ini juga telah meningkatkan kekhawatiran bahwa perang saudara antara pemberontak dan pemerintah di Suriah akan menyeret negara tetangganya Turki. Memang, selama ini Turki mendukung kelompok pemberontak yang ingin melengserkan Presiden Suriah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Assad berada di balik serangan bom

Pemerintah Turki menuding rezim Bashar al-Assad berada di balik serangan bom mobil yang menewaskan 40-an warga dan melukai ratusan orang lainnya. Tudingan tersebut didasarkan kepada sasaran peledakan yang berada di pengungsian warga Suriah.

Menteri Dalam Negeri Turki Muammer Guler menyatakan kelompok pendukung Presiden Suriah Basyar al-Assad berada di belakang serangan dua bom mobil di perbatasan Turki itu.

"Orang-orang dan organisasi yang melakukan serangan ini telah diidentifikasi. Kami telah menetapkan bahwa mereka terhubung dengan kelompok-kelompok pendukung rezim pemerintahan Suriah dan intelijennya," kata Guler kepada sebuah televisi Turki, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Ahad (12/5).

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc juga mengatakan bahwa rezim pemerintahan Suriah merupakan pelaku serangan bom mobil yang terjadi di Kota Reyhanli, dekat perbatasan Suriah.

Sementara Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan ledakan bom mungkin terkait dengan konflik di Suriah atau berhubungan dengan proses perdamaian di Turki yang saat ini sedang berlangsung dengan kelompok milisi Kurdi.

Saat ini, Turki memberikan perlindungan kepada 300 ribu warga Suriah. Sebagian besar dari mereka tinggal di kamp-kamp yang berada 900 kilometer dari perbatasan.

Belum ada pihak yang bertanggungjawab dalam serangan aksi bom tersebut. Begitu pula komentar dari Damaskus terkait peristiwa tersebut.


Tidak ada komentar: