Berita Terkini

[News][slideshow]

Artikel

Benarkah Joker si Pelaku Penembakan Bioskop Colorado Masuk Islam?


James "Joker" Holmes, pelaku penembakan di Bisokop Century, Wilayah Aurora, Kota Denver, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, Juli tahun lalu, dikabarkan telah masuk Islam didalam penjara.

Saat tampil terakhir di pengadilan, Joker terlihat dengan penampilan barunya. Pria yang membunuh 14 orang warga itu kini berjenggot tebal.

Seorang sipir penjara pun mengklaim, Joker telah mengubah keyakinannya.

Selain menjalankan ibadah lima waktu dalam sehari, petugas keamanan di penjara itu mengatakan pula bahwa Joker juga mempelajari kitab suci Al Quran. Namun terkadang Joker membuat jengkel para tahanan Muslim lainnya yang berada di penjara.

"Dia mencuci otaknya sendiri sehingga dia berpendapat, penembakan yang dilakukannya adalah jihad. Namun tidak ada satupun (napi Muslim) yang membenarkan tindakan teror Joker," ujar salah seorang petugas penjara, seperti dikutip National Enquier.

"Para narapidana itu sangat tidak menerima bila agamanya dikait-kaitkan dengan peristiwa penembakan yang dilakukan Joker," lanjut petugas itu.

Penampilan baru Joker pengadilan yang terakhir

Banyak pihak yang menutupi kabar ini, dan menuduh bahwa bila memang Holmes telah berpindah ke Islam, maka karena keyakinannya itu maka ia membunuh orang di bioskop sewaktu pemutaran perdana Film Batman "The dark Knight Rises" adalah caranya untuk membunuh kafir.

"Apakah jika Holmes tiba-tiba pindah agama menjadi Pantekosta yang taat atau Hindu yang taat di penjara, akankah para blogger akan menghubungkan agama yang baru dianutnya itu dengan penembakan/kejahatan yang lalu dalam cara mereka memandang sekarang?" lansir situs, salon, mempertanyakan keabsahan Joker berpindah agama.

Seperti diketahui, Joker Holmes melakukan aksi penembakannya pada Juli 2012 di saat bioskop itu memutar film Batman The Dark Knight Rises. Joker menggunakan helm yang mirip dengan helm polisi, masker gas, dan rompi anti-peluru.

Bila Joker dinyatakan bersalah, pria itu bisa saja dihukum mati atau bahkan bisa dijatuhi hukuman penjara seumur hidupnya.



Tidak ada komentar: