Berita Terkini

[News][slideshow]

Artikel

Citarum, sungai paling kotor sedunia?

Dulunya, sungai ini memiliki air jernih yang mengalir perlahan. Sungai Citarum pernah dijadikan tempat para nelayan menebar jala untuk mencari ikan dan penghasilan. Citarum juga pernah menjadi tempat persinggahan bagi segerombolan burung laut yang mencari makan. Tak jarang juga warga di sekitar Citarum berlayar ke tengah sungai untuk mengambil air irigasi.
Namun kini, semua hal di atas seolah hilang tanpa jejak. Sungai Citarum yang sekarang sangat jauh berbeda. Sungai ini telah dipenuhi oleh limbah dari hampir sembilan juta manusia serta hasil sisa pembuangan pabrik. Air yang tak lagi jernih dipenuhi sampah yang mengapung.
Sungai ini menampung sisa pembuangan dari 500 pabrik yang kebanyakan menghasilkan tekstil dan zat kimia. Belum lagi limbah dari warga yang dengan bebas membuang sampah dan hasil pembuangan dari tubuhnya. Semua menumpuk jadi satu di sungai sepanjang 300 kilometer di Pulau Jawa ini.
Saking rapatnya sampah yang ada di sungai Citarum, hingga permukaan air tak lagi terlihat. Adanya perahu kecil yang mengapung di atasnya menjadi satu-satunya pertanda bahwa tempat tersebut adalah sungai, seperti dilansir oleh Oddycentral (21/07). Dengan keadaan ini Daily Mail bahkan berpendapat bahwa bisa jadi sungai Citarum merupakan sungai paling kotor sedunia. Situs Takepart.com bahkan meletakkan sungai CItarum pada urutan keempat daftar sungai terjorok di dunia.
Tak ada lagi para nelayan yang mencari ikan. Orang yang datang ke sana lebih mungkin mencari sampah atau rongsokan yang bisa dijual kembali, seperti botol plastik, kayu, atau benda lainnya.
Mirisnya, dengan keadaan sungai Citarum yang memprihatinkan ini masih banyak masyarakat yang melakukan kegiatan di sana. Mulai dari menggunakan airnya untuk mengairi sawah, mencuci baju, memasak, dan bahkan minum. Dengan sadar, mereka telah melakukan kontak dengan air limbah yang bisa saja mengandung banyak penyakit yang membahayakan kesehatan.
Di Hari Air Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret ini, ada baiknya untuk kembali menengok ke sekitar kita. Apakah kita sudah melakukan kewajiban untuk menjaga lingkungan dan tidak mencemarinya? Bayangkan jika suatu saat semua air telah terpolusi akibat ulah manusia. Maka kita sendiri yang akan rugi.


Tidak ada komentar: