Berita Terkini

[News][slideshow]

Artikel

Awas Penipuan Bayi Tumor via Facebook

Banyak cara dilakukan orang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan, salah satunya dengan menggunakan situs jejaring sosial, Facebook.
Kali ini, foto sebuah bayi yang dituliskan menderita tumor di bagian pantat menjadi objek atau sasaran pelaku. Foto tersebut menggambarkan seorang bayi tengah berada di inkubator dan terlihat bagian belakang bayi itu membesar.
Berdasarkan penelusuran, foto itu kali pertama diposting oleh akun Cahaya Hati pada 13 Maret lalu. Alhasil, ribuan akun telah membagikan kepada akun lainnya, namun ada akun lain yang menyebutkan bayi itu baru saja terlahir di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi, Sumatera Barat.
Akun itu menyebutkan, sang orangtua bayi membutuhkan dana besar untuk proses operasi dan mencantumkan nomor rekening bank.
Saat dikonfirmasi pihak Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi membantah telah merawat sang bayi. Pihak rumah sakit memastikan foto tersebut murni penipuan.
Kabid Pelayanan RSI Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi, dr Amy, memastikan, rumah sakitnya tidak pernah menerima pasien yang mengalami kasus tumor di pantat sepekan terakhir.
"Sepekan terakhir ini memang tidak ada bayi yang masuk dengan kelainan-kelainan tertentu seperti itu, mungkin ini beritanya atau si pemberi beritanya yang berbohong atau gimana kita nggak tau. Yang pasti sampai saat ini, memang tidak ada kasus yang seperti itu," kata Amy.
Dia mengaku, sejak foto itu tersebar di dunia maya dalam sepekan ini perawat di ruang rawat anak rumah sakit Yarsi mengaku ramai dikunjungi pihak yang peduli. Mereka menanyakan ruangan bayi penderita tumor ganas di bokong sesuai dengan posting foto di Facebook.
Salah seorang perawat yang enggan disebutkannamanya mengatakan, sebagian besar tamu tersebut datang dengan memperlihatkan foto dari situs jejaring sosial itu dan mengaku ingin memberikan bantuan langsung.
Namun dengan tegas, pihak rumah sakit menyebutkan kepada tamu bahwa mereka memang tidak pernah menerima pasien dengan kasus seperti yang disebut-sebut.
Sementara itu, berdasarkan pencarian di dunia maya foto bayi tersebut ternyata sudah dipasang pada Juli 2012 dan berlokasi di kawasan timur tengah, dan bukan di Indonesia.


Tidak ada komentar: